Journal of Polymer Chemical Engineering and Technology https://jurnal.stmi.ac.id/index.php/jpcet <p>Journal of Polymer Chemical Engineering and Technology (JPCET) is a scientific journal published by Polymeric Chemical Engineering Politeknik STMI Jakarta which discusses the latest trends in polymer science and technology. The scope of this journal includes <strong>1. Polymer Material</strong> (Nanocomposites and hybrid nanomaterial; polymer blends, films, fibers, networks), <strong>2. Physical Characterization </strong>(Characterization, modelling, and simulation of molecular and materials properties in bulk, solution, and thin films), <strong>3. Polymer Engineering</strong> (Advanced multiscale processing methods), <strong>4. Polymer Synthesis, Modification, and Self-Assembly </strong>(Including designer polymer architectures, mechanisms and kinetics, and supramolecular polymerization), <strong>5. Technological Applications </strong>(Polymers for energy generation and storage; Polymer membranes for separation technology; Polymers for opto- and microelectronics), <strong>6. Chemical Engineering </strong>(Chemical reaction, kinetics, and catalysis, Bioprocess technology, Material development and technology, Waste treatment technology, Energy conservation and industry, Chemical process design, and optimization)</p> <p>Journal of Polymer Chemical Engineering and Technology (JPCET) publishes research papers, technical papers, conceptual papers and case study reports. Article manuscripts are published after going through a thorough double blind peer-review process. Accepted papers can be written in <strong>Indonesian</strong> or <strong>English</strong>. </p> en-US Tue, 02 Jan 2024 08:17:37 +0000 OJS 3.2.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Penambahan Serbuk Alumina (Al2O3) Terhadap Kuat Tarik dan Sifat Termal Komposit HDPE/Serbuk Kayu Mahoni https://jurnal.stmi.ac.id/index.php/jpcet/article/view/236 <p><em>High Density Poly Ethylene</em> (HDPE) banyak digunakan mulai dari aplikasi bahan kemasan sampai dengan komponen otomotif. Di lain hal, pemanfaatan serat alami untuk menggantikan serat sintetis merupakan upaya dalam mengurangi dampak lingkungan. Limbah Serbuk Kayu Mahoni (SKM) hasil penggergajian merupakan salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai <em>reinforcement </em>dalam komposit, sedangkan alumina berfungsi sebagai filler. Penambahan <em>filler</em> dalam komposit diharapkan dapat meningkatkan sifat dari komposit dan mengurangi biaya produksi. Alumina sebagai <em>filler</em> memiliki sifat kekerasan dan stabilitas termal yang baik. Limbah serbuk kayu mahoni terlebih dahulu melakukan proses delignifikasi untuk menghilangkan kandungan lignin yang dapat mempengaruhi sifat fisik dari komposit polimer. Kompon dibuat dengan proses ekstrusi selanjutnya dilakukan pengujian. Variabel penelitian ini dengan komposisi HDPE:serbuk kayu mahoni:alumina sebesar 100:0:0; 80:20:0; 80:18:2; 80:16:4; dan 70:14:6. Hasil penelitian ini menujukkan nilai tertinggi kuat tarik atau <em>tensile strength</em> sebesar 14,453 MPa dengan komposisi 80:16:4. Derajat kristalinitas pada penelitian ini didapatkan nilai sebesar 58,54% dengan komposisi 80:20:0. Nilai temperatur leleh menunjukkan peningkatan dari suhu 131,0°C pada komposisi 80:20:0 menjadi 139,1°C dengan komposisi 80:16:4. Dari hasil tersebut, penambahan alumina dapat meningkatkan kuat tarik dan temperatur leleh komposit.</p> Fitria Ika Aryanti, Fathan Hasfi Copyright (c) 2024 Chemical Engineering and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.stmi.ac.id/index.php/jpcet/article/view/236 Wed, 07 Feb 2024 00:00:00 +0000 Pengaruh Penambahan Serat Kulit Jagung Terhadap Sifat Mekanik Komposit Polipropilena (PP) dengan Penambahan Aluminium Oksida (Al2O3) dan Maleat Anhidrida (MAH) sebagai Coupling Agent https://jurnal.stmi.ac.id/index.php/jpcet/article/view/257 <p><em>The utilization of polymer composites in the automotive field is expanding due to their characteristics such as strength, stiffness, and light weight. Polypropylene (PP) is one of the thermoplastic polymers widely used in composite manufacturing due to its lightweight, corrosion-resistant, and recyclable properties. However, to improve its mechanical properties, modifications using natural reinforcements and coupling agents continue to be made. Corn husk fiber is a natural resource that has potential as a natural reinforcement in polymer composites, it has the advantages of good tensile strength, light weight, and is biodegradable. The addition of Alumin</em><em>i</em><em>um Oxide (Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) and Maleic Anhydride (MAH) as coupling agent can improve the adhesion between fiber and polymer matrix, support more even load distribution, and optimize the mechanical properties of the composite</em> <em>Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> and MAH on the mechanical properties of PP composites. The composition used was polypropylene:</em> <em>corn husk fiber rasio</em> <em>:Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>:</em> <em>MA</em><em>H</em><em>, namely 90:5:5:0, 89:5:5:1, 87:5:5:3, and 85:5:5:5% by weight. Tensile strength test using Universal Testing Machine (UTM) and crystallinity test using Differential Scanning Calorimetry (DSC) were conducted to evaluate the material performance. The highest value of tensile strength and crystallinity in the composition with </em><em>0 %</em><em>weight</em> <em>MAH. The results of these tests, showing that the greater the composition of corn husk fiber has an influence on the decrease in tensile strength and crystallinity of the composite.</em></p> Herlin Arina, Nuranisatul Faizah Copyright (c) 2024 Journal of Polymer Chemical Engineering and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.stmi.ac.id/index.php/jpcet/article/view/257 Tue, 30 Jan 2024 00:00:00 +0000 Pengaruh Penambahan Tempurung Kelapa pada Briket Kulit Kakao sebagai Bahan Bakar Alternatif https://jurnal.stmi.ac.id/index.php/jpcet/article/view/211 <p>Ketersediaan energi merupakan salah satu masalah utama di dunia saat ini. Setiap tahun kebutuhan energi semakin meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar minyak yang diperoleh dari fosil tumbuhan dan hewan yang terbentuk jutaan tahun yang lalu. Ketersediaan bahan bakar fosil akan semakin langka. Minimnya lahan TPA dan pasokan energi mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi briket. Limbah pertanian yang dapat dijadikan briket adalah biomassa dari kulit kakao. Dalam hal ini nilai kalor pada briket kulit kakao masih belum memenuhi SNI 01-6235-2000, dan dalam penelitian ini digunakan tempurung kelapa sebagai bahan penambah briket kulit kakao. Pada penelitian ini menggunakan tiga hasil penelitian yaitu nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. Hasil yang memenuhi SNI 01-6235-2000 adalah kombinasi campuran 20:80 dan 0:100 menggunakan perekat tepung tapioka.</p> Yuhendika Saputra, Hendri Sawir, Wathri Fitrada Copyright (c) 2024 Journal of Polymer Chemical Engineering and Technology https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://jurnal.stmi.ac.id/index.php/jpcet/article/view/211 Tue, 30 Jan 2024 00:00:00 +0000