Struktur Biaya Produksi Aspal Buton Untuk Kebutuhan Infrastruktur Sebagai Substitusi Impor

Authors

  • Rini Setiowati Universitas Indraprasta PGRI
  • Muhammad Fidiandri Putra Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.52330/jtm.v21i1.94

Keywords:

Aspal Buton, Infrastruktur, Produksi, Struktur Biaya

Abstract

Aspal Buton (Asbuton) adalah  aspal  alam  yang  terkandung  dalam  deposit  batuan  yang  terdapat di pulau Buton dan sekitarnya. Dengan jumlah deposit Asbuton yang mencapai 650 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil aspal alam terbesar di dunia. Kadar aspal yang  terkandung  dalam  Asbuton bervariasi, antara 10-40%. Ini merupakan kadar aspal  yang  cukup  besar  dibandingkan  dengan  kadar aspal alam negara-negara  lain  seperti  Amerika (12-15%)  dan  Prancis (6-10%).  Aspal Buton  merupakan satu-satunya aspal di Indonesia yang terbaik dan terbesar di dunia. Sejak 2015, pemerintah RI juga mengarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan aspal Buton untuk pembangunan jalan. Adapun tujuan dilakukannya Kajian struktur biaya produksi aspal buton untuk kebutuhan insfrastruktur sebagai substitusi impor adalah tersedianya data dan informasi potensi bahan baku dan bahan penolong industri aspal buton dan tersedianya data industri bahan galian non logam untuk industri aspal buton. Tantangan terbesar pertama adalah bagaimana mengedukasi pelaku bisnis konstruksi jalan dalam menyerap dan mengimplementasikan teknologi dan konstruksi aspal Buton dengan cepat. Kedua, mendorong pembangunan pabrik aspal Buton di daerah-daerah terdekat dengan bahan baku untuk menekan biaya transportasi sehingga harga jual aspal Buton bisa bersaing di pasaran. Ketiga, melakukan upaya-upaya lainnya untuk memperkenalkan aspal buton kepada masyarakat. Pada 2018 penggunaan asbuton dilakukan pada jalan sepanjang 709 kilometer (km) yang tersebar pada ruas jalan di berbagai provinsi. Jumlah asbuton yang dibutuhkan sebesar 58.879 ton. Dari perhitungan merujuk pada kekuatan hotmix yg dinilai dg parameter Marshall Stability (MS) dari segi kualitas umur jalan, apabila memakai hotmix, aspal minyak, aspal buton hasilnya adalah MS hotmix dg aspal minyak 800 kg sedangkan MS hotmix dg aspal buton 1000 kg. Dengan metoda analisa komponen, bisa ditetapkan nilai Structural Number dari setiap tipe tsb, yg merujuk pada ketebalan lapisan dan/atau umur konstruksi. Makin besar MS, makin tipis atau makin panjang umur.

References

Affandi, Furqon, (2000). Ekstraksi Aspal Asbuton Untuk Campuran Beraspal Panas, Penerbit Puslitbang Jalan dan Jembatan, Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum.

Ali, Nur, (2004). Analisis Indeks Durabilitas Campuran Beraspal Berbasis Asbuton Lawele.

Bina Marga, (2010). Spesifikasi Umum Divisi 5 Perkerasan Berbutir, Departemen pekerjaan umum, Jakarta

Bina Marga, (2010). Spesifikasi Umum Revisi 3, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Departemen Pekerjaan Umum – Direktorat Jenderal Bina Marga. 2010.

Didin. (2008). Pelarut untuk Ekstraksi Aspal Buton, Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Direktorat Bina Marga, (2010). Speksifikasi Khusus Interm Campuran Beraspal Panas dengan Asbuton, Republik Indonesia Kementerian Pekerjaan Umum. Jakata

Hastings, Larry W. (1982). Apparatus for extracting bitumen for Tar sand. US Patent 4311561 A.

KPN Bhumi Dharma, Bidang Wilayah Pertambangan dan energi propinsi sultra (1997).

Kurniaji, (2010). Kajian ekstraksi Asbuton: Laporan akhir. Penelitian dan pengembangan asbuton, Bandung: Pusat Litbang Jalan

Kurniaji, (2014). Ekstraksi Asbuton dengan pelarut berbasis bahan organic dan media air.

Kusnianti, Neni. (2002). Laboratory evaluation of Lawele Buton Natural Asphalt. Master thesis Institut Teknologi Bandung.

Letellier, M. dan Budzinski, H. (1999). Microwave Assisted Extraction of Organic Compound. Analusis.

Manual Pekerjaan Campuran Beraspal Panas.Departement Permukiman Dan Prasarana Wilayah Direktorat Jendral Prasarana wilayah Daerah

Michel, David (1983). Extraction used solvent method United States Patent Application Publishing 21 Juni 1983.

Purwadi, (2008),Buku Ajar Rekayasa Jalan Raya 2.

Saodang, Hamirhan. (2005). Konstruksi Jalan Raya, Perancangan Perkerasan Jalan Raya. Buku2. Cet.1. Nova. Bandung

Sukirman, Silvia. (1995). Perkerasan Lentur Jalan Raya, Penerbit Nova, Bandung

Sukirman, Silvia. (2007). Beton Aspal Campuran Panas, Penerbit Yayasan Obor Indonesi, Jakarta.

Thamrin, (2016). Ekstraksi Asbuton desa Bungi dengan metode Sohklet . Fakultas Sans dan Teknologi UIN Makassar.

The Aspalt Institute, (1983). Principles of Construction of Hot-Mix Asphalt

Yamin, Anwar. (2006). Pelaksanaan Pekerjaan peningkatan jalan dengan teknologi Asbuton,Workshop Asbuton. Bandung: Puslitbang Jalan dan jembatan.

Downloads

Published

2023-03-29

How to Cite

Setiowati, R., & Putra, M. F. (2023). Struktur Biaya Produksi Aspal Buton Untuk Kebutuhan Infrastruktur Sebagai Substitusi Impor. Jurnal Teknologi Dan Manajemen, 21(1), 35-42. https://doi.org/10.52330/jtm.v21i1.94